Rumor tersebut mengatakan Grab tengah membahas pengenaan biaya yang lebih besar kepada konsumen dan mitra, meskipun ada perkiraan di mana kebijakan tersebut dapat memicu penurunan permintaan.
Selain itu, salah satu opsi terakhir yang dilaporkan sedang dibahas adalah penarikan sebagian dan keluarnya Grab dari pasar transportasi daring Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Neneng memastikan Grab senantiasa menghormati arahan dan kebijakan pemerintah Indonesia, serta berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan, karena bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat,” ujar dia.