Pada 28 Juni, gelombang panas mulai mereda di seluruh Perancis setelah lebih dari 11 hari suhu ekstrem.
Para ilmuwan menyebut peristiwa ini sebagai gelombang panas terparah dalam sejarah Eropa.
Rumah sakit di seluruh Perancis kewalahan menghadapi lonjakan pasien. Paris mencatat 25 kasus henti jantung dalam 24 jam pada 24 Juni, lima kali lipat dari rata-rata normal.
Seorang pejabat medis melaporkan 55 kematian dalam perawatan layanan darurat di Paris dalam sehari, padahal biasanya hanya 3-4 kasus.
Selain korban akibat panas, sedikitnya 48 orang tewas tenggelam saat berupaya mendinginkan diri di perairan yang tidak diawasi . Empat balita juga tewas terjebak di dalam mobil saat suhu melonjak.
Gelombang panas ini juga menghancurkan sektor pertanian, dengan puluhan ribu ternak unggas mati akibat panas dan kekurangan oksigen.