"Penutupan Kota Tua dengan cara seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Dr. Mustafa Abu Sway, profesor yang mengajar di Masjid Al-Aqsa sekaligus anggota Dewan Wakaf Islam di Yerusalem.
Pedagang Palestina juga dilarang membuka toko mereka. Hanya apotek dan toko bahan pokok yang diizinkan beroperasi. Sejumlah pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan pembatasan tersebut menyebabkan tekanan ekonomi berat.
Di Jalur Gaza, suasana Idulfitri tak kalah muram. Ratusan warga melaksanakan salat Id di Kota Hamad, utara Khan Younis, dengan latar belakang bangunan yang hancur akibat serangan Israel.
Jamaah terlihat beribadah di ruang terbuka dengan fasilitas sangat terbatas. Meski demikian, mereka tetap menjalankan tradisi keagamaan sebagai bentuk ketahanan spiritual di tengah tekanan yang berat.
Kantor Berita WAFA melaporkan bahwa pembatasan Israel semakin diperketat dengan memanfaatkan momentum konflik regional. Arus barang dan bantuan kemanusiaan ke Gaza dibatasi, menyebabkan lonjakan harga kebutuhan pokok dan kelangkaan komoditas penting.
Sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, pasukan Israel telah membunuh 677 warga Palestina dan melukai 1.813 lainnya di Gaza. Secara keseluruhan, sejak Oktober 2023, sedikitnya 72.253 warga Palestina, kebanyakannya wanita dan anak-anak, tewas dalam agresi Israel di Gaza.