CARAPANDANG - Para pemimpin dan pejabat tinggi yang hadir dalam Forum Al Jazeera ke-17 di Doha memperingatkan bahwa perang Israel di Gaza dan tindakan ekspansionisnya berisiko meruntuhkan tatanan internasional dan mengancam stabilitas global.
Konflik tersebut mendominasi pembahasan forum yang berlangsung pada Sabtu (6/2/2026).
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang baru saja kembali dari pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat di Oman, secara tegas menyebut serangan Israel di Gaza sebagai genosida.
"Apa yang kita saksikan di Gaza bukan sekadar perang. Ini adalah penghancuran kehidupan sipil secara besar-besaran yang disengaja. Ini adalah genosida," ujarnya mengutip laporan Al Jazeera.
Ia memperingatkan bahwa impunitas atas serangan terhadap warga sipil berisiko menormalkan dominasi militer sebagai prinsip hubungan internasional.
Araghchi juga mengecam kebijakan regional Israel sebagai proyek ekspansionis yang bertujuan melemahkan negara-negara tetangga dan menciptakan ketidaksetaraan permanen.
Ia menyerukan tindakan internasional terkoordinasi, termasuk embargo senjata menyeluruh dan sanksi target terhadap Israel, serta akuntabilitas hukum atas pelanggaran hukum internasional.
Sementara itu, Ketua Dewan Direksi Jaringan Media Al Jazeera, Sheikh Hamad bin Thamer Al Thani, dalam sambutan pembukaannya menyatakan bahwa serangan Israel telah menjadi titik balik bagi isu Palestina.