Dalam situasi seperti itu, kiper biasanya duduk di lapangan sambil meminta bantuan fisioterapis. Pada saat yang sama, pemain lain mendekati area teknis untuk menerima arahan dari pelatih. Setelah instruksi selesai diberikan, pertandingan pun kembali dilanjutkan.
IFAB sebenarnya telah mempelajari persoalan ini, tetapi hingga kini belum ada perubahan resmi dalam Laws of the Game. Sejumlah liga juga diminta melakukan uji coba sepanjang musim 2026–2027 guna mencari solusi terbaik.
Aturan serupa lebih dulu diterapkan di liga sepak bola wanita profesional Amerika Serikat, National Women's Soccer League (NWSL), yang memperkenalkan kebijakan sementara pada awal tahun ini.
Dalam aturan tersebut, ketika kiper mengalami cedera, pemain dari kedua tim harus tetap berada di posisi masing-masing atau berkumpul di lingkaran tengah lapangan. Mereka tidak diperbolehkan mendekati bangku cadangan.
Collina menilai kebiasaan seluruh pemain meninggalkan lapangan untuk menerima instruksi bukan hal yang baik bagi jalannya pertandingan. Karena itu, FIFA akan menerapkan pendekatan serupa seperti yang dilakukan NWSL.
"Penjaga gawang berhak mengalami cedera, tetapi para pemain tidak berhak meninggalkan lapangan untuk beristirahat sejenak bersama pelatih masing-masing," katanya.
Meski demikian, aturan baru ini dinilai belum sepenuhnya menyelesaikan masalah. Sebab, taktik menghentikan momentum lawan masih bisa dilakukan meski pemain tidak mendatangi area teknis.