Dalam pertemuan yang sama, yang berlangsung selama tiga jam lebih, Presiden Prabowo juga menyampaikan kepada para ulama dirinya terbuka terhadap seluruh usulan dan masukan.
"Presiden juga terus membuka diri untuk mendapatkan masukan, pandangan dari berbagai macam kalangan termasuk dari para ulama dan para kiai. Karena itu, saya kira pertemuan ini diharapkan bisa berlangsung secara periodik dalam beberapa pekan atau dalam beberapa bulan yang akan datang," sambung Muzani.
Dalam jumpa pers yang sama, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, yang juga tokoh senior Muhammadiyah, menjelaskan dalam pertemuan dengan para ulama, Presiden Prabowo juga menjelaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.
"Jadi, beliau (Presiden, red.) menegaskan bahwa keterlibatan Beliau di BOP itu tidak serta merta, tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah, terutama wilayah Teluk, yang kemudian (pimpinan-pimpinan itu, red.) sepakat untuk bergabung. Strategi yang beliau pilih adalah yang disebut dengan strategy from within. Jadi, setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam," kata Muhadjir.