CARAPANDANG - Eropa harus bersikap lebih tegas dan membangun kemandirian militer dari Amerika Serikat yang dipimpin oleh administrasi otoriter di bawah Donald Trump, yang dinilai telah meninggalkan komitmen terhadap norma dan nilai demokrasi liberal.
Seruan mendesak ini disampaikan dalam laporan utama yang disiapkan oleh Munich Security Conference (MSC), forum keamanan global terkemuka, yang dirilis Senin (9/2/2026).
Laporan tersebut, yang menjadi pembahasan utama jelang penyelenggaraan konferensi tahunan, menggunakan bahasa yang sangat keras.
MSC memperingatkan bahwa kebijakan yang dibawa Trump dan para pendukungnya yang dijuluki Demolition Nen (kru penghancur), berpotensi menyebabkan "bunuh diri" sebuah negara adidaya dengan melemahkan demokrasi, aliansi, dan kepemimpinan global AS dari dalam.
"Sebagian besar Eropa menyaksikan kemerosotan AS menuju otoritarianisme kompetitif dengan kekhawatiran atau bahkan kengerian yang semakin meningkat, dan mempertanyakan ketahanan sejati demokrasi Amerika," tulis laporan itu, seperti dikutip dari The Guardians, Selasa (10/2/2026).
Laporan itu secara spesifik menuduh Trump memiliki nafsu untuk menghancurkan dan memihak kepada pemimpin Rusia, Vladimir Putin.
Pernyataan ini mencerminkan kecemasan mendalam di kalangan elite keamanan Eropa mengenai masa depan kemitraan transatlantik jika Trump terpilih kembali.