CARAPANDANG - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menyarankan pemerintah Indonesia untuk mengadopsi langkah-langkah pencegahan yang telah diterapkan sejumlah negara tetangga guna mengantisipasi penularan virus Nipah.
Virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan hingga radang otak (ensefalitis) ini sedang merebak di India, khususnya di negara bagian Benggala Barat.
Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (29/1/2026) yang dikutip Antaranews, Prof. Tjandra menjelaskan bahwa Malaysia, Thailand, dan Singapura telah menjalankan berbagai tindakan antisipasi.
Thailand, misalnya, melakukan skrining di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang bagi pendatang dari Benggala Barat.
Sementara Nepal menyelenggarakan skrining serupa di Bandara Internasional Tribhuvan.
“Cukup banyaknya kunjungan warga India ke negara kita, maka nampaknya perlu pengamatan khusus, setidaknya untuk mereka yang datang dari daerah Kolkata dan Benggala Barat,” ujar Guru Besar Universitas YARSI tersebut dikutip dari Antaranews.
Ia menambahkan, selain menerapkan langkah pencegahan seperti skrining dan peningkatan kewaspadaan di fasilitas kesehatan, pemerintah juga perlu memperkuat koordinasi dengan WHO regional.
Virus Nipah, yang dapat menular dari hewan (kelelawar buah, babi) ke manusia dan antar manusia melalui makanan terkontaminasi, memiliki masa inkubasi 4 hingga 21 hari.