CARAPANDANG - Harga emas berbalik menguat tipis sementara perak melonjak. Kenaikan harga ini terjadi di tengah sikap investor yang mencermati perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran serta menanti data inflasi penting Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (11/5/2026) ditutup di US$ 4734,09 per troy ons, atau menguat 0,42%. Penguatan ini memperpanjang tren positif emas dengan menguat 1,04% dalam dua hari terakhir.
Harga emas masih menguat pada hari ini. Pada Selasa (12/5/2026) pukul 06.29 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4751,7 atau naik 0,37%.
"Ada aksi bargain hunting dan penyesuaian posisi menjelang rilis data inflasi AS minggu ini," kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange, dikutip dari Refinitiv.
Fokus pasar tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) AS yang akan dirilis Selasa dan Producer Price Index (PPI) yang dijadwalkan terbit pada Rabu.
Dari sisi geopolitik, penolakan cepat Presiden Donald Trump terhadap respons Iran atas proposal perdamaian AS memicu kekhawatiran bahwa konflik yang telah berlangsung 10 minggu akan berlanjut. Kondisi ini juga terus mengganggu pelayaran melalui Strait of Hormuz dan mendorong harga minyak lebih tinggi.