Logam mulia mengalami penurunan tajam selama dua sesi terakhir setelah Kevin Warsh ditunjuk sebagai kepala The Federal Reserve (The Fed) berikutnya, setelah Ketua Jerome Powell mengundurkan diri pada bulan Mei.
Investor mengharapkan Warsh untuk mendukung pemotongan suku bunga tetapi memperketat neraca The Fed. Selain itu, CME Group menaikkan persyaratan margin pada kontrak berjangka logam mulia, yang semakin menekan harga.
Terlepas dari volatilitas baru-baru ini, analis secara umum memperkirakan pasar bullish akan berlanjut, dengan logam mulia kemungkinan akan mencapai puncak baru akhir tahun ini.
"Kami memperkirakan harga akan kembali naik dalam jangka panjang dengan laju yang lebih berkelanjutan karena investor terus sangat khawatir tentang kondisi ekonomi dan politik," ujar mitra pengelola CPM Group, Jeffrey Christian.
Emas secara luas dianggap sebagai aset aman dan biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. dilansir cnbcindonesia.com