Trump dalam pidato televisinya mengatakan bahwa militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran. Namun, dia tidak memberikan jadwal yang jelas untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama sebulan, serta berjanji akan membombardir negara tersebut hingga kembali ke "Zaman Batu".
Harga minyak naik setelah pernyataan Trump. Kenaikan harga energi ini mendorong inflasi secara lebih luas, sehingga mengurangi ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga.
Meskipun dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung tertekan ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil bunga. Harga emas spot telah turun 12% sejak konflik di Timur Tengah dimulai pada 28 Februari.
Sentimen pasar juga tertekan oleh kabar bahwa cadangan emas bank sentral Turki turun sebesar 69,1 metrik ton menjadi 702,5 ton pada pekan lalu. Penurunan dalam dua pekan terakhir mencapai lebih dari 118 ton, seiring upaya otoritas untuk meredam dampak pasar akibat perang.
Di Asia, emas diperdagangkan dengan premi di India untuk pertama kalinya dalam dua bulan karena harga yang lebih rendah mendorong permintaan. Sementara itu, premi di China sedikit menurun karena pembeli menunggu koreksi harga yang lebih dalam.
Harga perak juga ikut ambruk.
Merujuk Refnitiv harga perak pada perdagangan Kamis (2/4/2026) ditutup di posisi US$ 72,99 per troy ons. Harganya jatuh 2,84%.