Beranda Inspirasi Dzalim dan Maknanya

Dzalim dan Maknanya

Secara esensial, kezaliman berarti meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya atau mengambil sesuatu yang bukan haknya, seperti merampas hak orang lain atau melanggar batas yang telah ditentukan.

0
Dzalim bisa berdampak buruk pada orang yg melakukanya

Dalam Al-Qur’an, dzalim disebutkan sebanyak 289 kali. Allah SWT melarang umat-Nya untuk berbuat dzalim, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali manusia tidak menyadari bahwa setiap perbuatan, baik ataupun buruk, akan tercatat dengan rapi. Di Hari Kiamat nanti, catatan amal ini akan menjadi saksi yang tak terbantahkan. Salah satu catatan penting yang akan diperiksa adalah tentang kedzaliman, atau ketidakadilan yang dilakukan manusia.

Ada tiga jenis kedzaliman yang akan dipertanggungjawabkan kelak, masing-masing memiliki hukumnya sendiri di sisi Allah.

Kedzaliman pertama dan paling besar adalah syirik, yakni menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Syirik tidak hanya melukai iman seorang hamba, tetapi juga merupakan penghinaan terbesar terhadap keesaan Allah. Dosa ini begitu besar hingga Allah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Dia tidak akan mengampuni syirik jika pelakunya tidak bertaubat.

Jenis kezaliman kedua adalah dosa-dosa pribadi yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri, seperti meninggalkan kewajiban agama atau melakukan perbuatan maksiat. Namun, Allah yang Maha Pengasih meletakkan dosa ini di bawah kehendak-Nya. Jika Dia berkehendak, dosa tersebut dapat diampuni, asalkan hamba-Nya bertaubat dengan sungguh-sungguh.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait