Pada Senin, Maduro dan Flores menghadapi sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin Hakim Alvin Hellerstein di New York.
Keduanya menyatakan tidak bersalah atas dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Mao mengatakan Amerika Serikat telah mengabaikan status Maduro sebagai kepala negara Venezuela dengan secara terbuka menuntut dan menggelar "persidangan" di pengadilan AS.
"Tindakan ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Venezuela dan merusak stabilitas hubungan internasional," katanya, seperti dikutip kantor berita China Xinhua.
"Tak ada negara yang boleh menempatkan aturan dalam negerinya di atas hukum internasional," katanya, menambahkan.
Sebelumnya, China mengecam serangan AS tersebut serta mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menjamin keselamatan dan segera membebaskan presiden dan ibu negara Venezuela.
Sumber: Anadolu