Selanjutnya dia mengatakan bahwa masih banyak anak di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang membutuhkan program MBG. Di sejumlah daerah tersebut, anak-anak masih menghadapi kerawanan pangan, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, tingginya angka stunting, serta kondisi ekonomi keluarga yang belum memadai.
Karena itu, menurutnya, MBG penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi, meningkatkan kesehatan, serta mendukung konsentrasi dan prestasi belajar anak di sekolah.
"Jangan sampai ada anak yang terlewat hanya karena persoalan administrasi. Dengan menutup celah data ganda, pemerintah memiliki ruang untuk memperluas cakupan penerima manfaat sehingga semakin banyak anak, khususnya di daerah 3T, dapat menikmati Program MBG," ujarnya.
Dia pun mengatakan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Sehingga keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga akurasi data penerima manfaat.
"Program unggulan Presiden Prabowo ini harus benar-benar mampu menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan. Perbaikan data bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah penting untuk memastikan keadilan, efektivitas, dan pemerataan manfaat program di seluruh Indonesia,"katanya.