Beranda Kesehatan Dokter Jelaskan Penyebab Batuk Berkepanjangan dan Risiko Penularannya

Dokter Jelaskan Penyebab Batuk Berkepanjangan dan Risiko Penularannya

Batuk terus menerus selama berminggu-minggu setelah mengalami infeksi saluran napas seperti pilek atau flu dikhawatirkan masih bisa menular meski penderitanya sudah dapat beraktivitas sebagaimana biasa.

0
istimewa

Upaya ini mencakup penerapan etika batuk yang baik, menjaga kebersihan tangan, meningkatkan ventilasi di ruang bersama, serta mengenakan masker.

"Batuk melepaskan lebih banyak partikel daripada sekadar bernapas atau berbicara. Meskipun Anda mungkin tidak menular, batuk tetap dapat menyebarkan tetesan dengan melepaskan sekresi saluran napas ke udara. Masker membantu menurunkan risiko ini," kata Dr. Khor.

"Selain itu, mengenakan masker menghangatkan dan melembapkan udara yang Anda hirup, yang dapat membantu mengurangi keparahan batuk Anda," ia menambahkan.

Beberapa cara praktis sederhana dapat dijalankan untuk membantu meredakan iritasi tenggorokan dan mengurangi batuk yang berkepanjangan.

"Hidrasi yang cukup menjaga kelembapan tenggorokan, sehingga mengurangi sensitivitas terhadap iritasi dan pemicu batuk potensial. Meneguk air sedikit demi sedikit saat merasa ingin batuk juga dapat menjadi strategi efektif untuk menekan batuk," kata Dr. Khor.

Langkah-langkah lainnya, menurut dia, termasuk menghindari merokok dan mengurangi paparan iritan rumah tangga seperti debu, asap, dan bahan pembersih kuat yang dapat memperburuk hipersensitivitas batuk.

Kalau batuknya dianggap parah dan disertai sesak napas, napas berbunyi, nyeri dada, hemoptisis (batuk berdarah), penurunan berat badan, dan keringat malam, dia menyarankan pasien untuk berkonsultasi dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait