Beranda Umum Ditengah Tekanan Global, Pupuk Subsidi Dipangkas 20%

Ditengah Tekanan Global, Pupuk Subsidi Dipangkas 20%

Sejak Februari 2026, konflik di Timur Tengah berdampak pada penutupan Selat Hormuz. Jalur utama perdagangan pupuk global

0
Pupuk Subsidi

Akses pupuk juga diperluas melalui integrasi berbasis KTP serta penguatan jaringan kios hingga tingkat desa. Pemerintah menargetkan seluruh kecamatan sentra pangan dapat terjangkau sebelum musim tanam gadu 2026.

Dari sisi pasokan, pemerintah melakukan diversifikasi sumber sejak 2025 guna mengurangi ketergantungan impor dari jalur tertentu. Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan pupuk di tengah gangguan distribusi global.

Kebijakan tersebut diperkirakan dapat menurunkan biaya produksi petani hingga ratusan ribu rupiah per hektare per musim tanam. Serta memperluas akses pupuk bagi lebih dari 16 juta petani.

Di sektor hilir, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk menjaga pendapatan petani.

Dengan demikian, intervensi dilakukan di dua sisi sekaligus, yakni menekan biaya produksi melalui subsidi pupuk dan menjaga harga jual hasil panen melalui HPP.

Cadangan Pangan

Pemerintah juga memastikan cadangan pangan nasional dalam kondisi aman. Menteri Pertanian menyebut cadangan beras pemerintah telah melampaui 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Cadangan tersebut menjadi penyangga strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah ancaman iklim seperti El Niño serta ketidakpastian rantai pasok global. Pemerintah menegaskan akan terus menjaga produksi dan distribusi pangan agar petani tetap dapat berproduksi secara optimal di tengah dinamika global. dilansir rri.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait