Beranda Ekonomi Defisit APBN per Mei 2026 Capai Rp 180,4 Triliun, Menkeu Sebut Masih Aman

Defisit APBN per Mei 2026 Capai Rp 180,4 Triliun, Menkeu Sebut Masih Aman

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa angka defisit per Mei 2026 ini mengalami kenaikan tipis dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar 0,64.

0
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

CARAPANDANG - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Mei 2026 mencatat defisit sebesar Rp 180,4 triliun atau sekitar 0,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa angka defisit per Mei 2026 ini mengalami kenaikan tipis dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar 0,64%.

Meskipun terjadi peningkatan, Menkeu menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih tergolong aman dan terkendali.

"Di bulan Mei, defisitnya naik sedikit dibanding April ke 0,7%. Tapi kalau itu kan 5 bulan, yang itu kan 4 bulan. Kalau kita hitung 12 per 5 kali 0,7, kasarannya ya antara 1,8% ke PDB, rasio defisitnya. Jadi kalau hitungan kasar sampai itu aman," papar Purbaya kepada wartawan di kompleks DPR RI, Kamis (4/6/2026).

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan batas defisit APBN maksimal sebesar 3% terhadap PDB berdasarkan undang-undang.

Dengan proyeksi rasio defisit hingga akhir tahun sekitar 1,8% PDB, posisi fiskal dinilai masih jauh di bawah ambang batas tersebut.

Pernyataan resmi mengenai kinerja APBN KiTa periode Mei 2026 akan disampaikan lebih rinci dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung siang ini, Jumat (5/6/2026), di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Purbaya juga membantah anggapan yang mengaitkan defisit fiskal dengan pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini.

"Fiskalnya kan bagus... pada dasarnya aman," tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait