Dalam hal kemitraan, DEFEND ID menempatkan kolaborasi strategis sebagai instrumen penting untuk penguasaan teknologi, perluasan pasar global, penguatan rantai pasok, serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Aliansi strategis kami posisikan sebagai pintu masuk ke global supply chain sekaligus untuk meningkatkan daya saing produk nasional,” ujarnya. Hubungan dengan para pemangku kepentingan terus dijaga melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), keterbukaan informasi, pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta sinergi aktif dengan pemerintah, regulator, mitra industri, dan masyarakat.
Pada akhir 2026, DEFEND ID menargetkan total kontrak sebesar Rp132,05 triliun, pendapatan Rp35,47 triliun, peningkatan burn rate hingga 26,86%, penguatan struktur keuangan, serta penguatan posisi DEFEND ID sebagai penggerak kemandirian industri pertahanan nasional. “Melalui inovasi produk dan layanan, peningkatan kualitas sistem, efisiensi biaya, dan kinerja keuangan yang berkelanjutan, kami optimistis dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pelanggan dan pemegang saham,” tutup Joga.