CARAPANDANG - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan perang terhadap praktik judi online (judol) di ibu kota. Sikap tegas ini menyusul rilis data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menempatkan Jakarta sebagai salah satu 'zona merah' dengan jumlah pemain dan transaksi judi online tertinggi di Indonesia.
Pramono mendesak aparat penegak hukum untuk memberantas praktik ilegal ini hingga ke akar-akarnya. Dia menilai tingginya angka pemain di Jakarta dipengaruhi oleh kepadatan penduduk dan daya beli masyarakat yang relatif tinggi, yang justru menjadi celah spekulasi.
"Dalam hal ini aparat penegak hukum, untuk hal berkaitan dengan judi online di Jakarta kalau diberantas sekeras-kerasnya, saya memberikan support dukungan sepenuhnya," tegas Pramono di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan pemetaan PPATK tahun 2025, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah pemain terbanyak di DKI, mencapai 89.320 orang dengan total deposit Rp600,6 miliar, menempati peringkat kedua nasional setelah Kabupaten Bogor.
Lebih rinci, Kecamatan Cengkareng di Jakarta Barat menjadi episentrum dengan jumlah pemain tertinggi yaitu 21.497 orang, diikuti Kecamatan Cakung (14.664), Tanjung Priok (13.769), dan Kebayoran Lama (9.948).
PPATK menyatakan bahwa konsentrasi ini membentuk klaster Jabodetabek sebagai pusat aktivitas judi online nasional.