"Dalam konteks inilah Danantara memposisikan diri tidak hanya sebagai investor, tetapi sebagai pemain strategis dan mitra jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi dan sosial," ujar Rosan.
Rosan memastikan bahwa setiap kolaborasi yang dibangun tidak hanya menarik secara finansial, namun juga harus relevan dan berkontribusi langsung pada transformasi ekonomi Indonesia.
Fokus investasi Danantara berangkat dari kebutuhan riil Indonesia dan selaras dengan agenda global, yang mencakup penguatan mineral kritis dan keamanan rantai pasok, percepatan transisi energi, peningkatan ketahanan pangan dan kesehatan, pengembangan infrastruktur digital, serta penciptaan peluang ekonomi bagi populasi muda yang terus tumbuh, katanya menjelaskan.
Melalui partisipasi di WEF 2026, Rosan menjelaskan Indonesia akan melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan pimpinan negara, investor institusional, sovereign wealth fund (SWF) lainnya, serta berbagai lembaga keuangan dan ekonomi global.
Adapun, dialog akan difokuskan pada penjajakan kolaborasi yang terukur, transparan, dan sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan global akan investasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Partisipasi Danantara seiring kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto di WEF 2026, menegaskan komitmen Indonesia terhadap keterbukaan, kolaborasi global, serta investasi jangka panjang yang berkelanjutan.