Meski demikian, sebagai kebijakan yang relatif baru, persiapan CSCA juga menghadirkan tantangan. Salah satunya, menurut sebagian calon peserta, adalah keterbatasan sumber belajar dan referensi yang mudah diakses, terutama bagi pelajar yang baru mengenal format ujian tersebut.
"Karena ini syarat yang relatif baru, sesuatu yang baru selalu menimbulkan rasa tidak nyaman. Apalagi sumber belajar sebelumnya belum ada atau masih sangat minim," ujar Lily.
Noah, siswa kelas 11 yang tengah mempersiapkan diri menghadapi CSCA, mengatakan bahwa dia sudah belajar selama beberapa bulan dengan bantuan tutor. Menurutnya, persiapan tersebut membuatnya lebih percaya diri.
"Saya sudah belajar untuk ujian ini selama sekitar lima bulan dengan seorang tutor dan saya merasa persiapan yang saya lakukan membuat saya lebih percaya diri dan lebih siap dalam menghadapi ujian ini. Saya berharap dapat nilai yang memuaskan nanti," katanya.
Noah menilai CSCA dapat menjadi tantangan tersendiri bagi siswa internasional, terutama karena materi dan pendekatan kurikulumnya berbeda dari ujian internasional yang lebih dikenal sebagian pelajar Indonesia.
"Saya rasa CSCA akan lebih sulit dari SAT karena kurikulumnya berbeda, sementara SAT lebih familiar," kata siswa dari sekolah yang menggunakan kurikulum Cambridge itu.