Hal ini menyebabkan penurunan frekuensi kontraksi serat otot dan mempercepat pemecahan protein, sehingga memicu berbagai masalah, seperti atrofi (penyusutan) otot. Pemantauan kesehatan otot astronaut secara akurat, berkelanjutan, dan real-time tetap menjadi tantangan utama dalam ilmu kehidupan antariksa dan kedokteran antariksa.
Saat ini, Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) terutama menggunakan pengujian kekuatan otot dan pencitraan ultrasonografi (USG), sementara stasiun luar angkasa China mengevaluasi atrofi otot melalui gaya operasional dan pengukuran optik.
Namun, metode-metode yang ada saat ini umumnya terkendala oleh biaya yang tinggi, kontinuitas real-time yang tidak memadai, serta ketidakmampuan untuk mendokumentasikan kondisi otot secara langsung.
Tim yang dipimpin oleh peneliti SIAT Wang Yishan tersebut mengusulkan solusi pemantauan EMG berbasis deteksi sinyal saraf, yang memungkinkan evaluasi dinamis terhadap status otot melalui akuisisi dan analisis sinyal EMG secara real-time.
Berbekal cip deteksi sinyal saraf yang dikembangkan secara mandiri sebelumnya, tim tersebut berhasil menciptakan perangkat deteksi EMG dan merampungkan berbagai modifikasi adaptasi kedirgantaraan.