CARAPANDANG - Pemerintah China kembali memberangkatkan tim tambahan untuk membantu penanganan wabah ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC).
"Pada dini hari tanggal 3 Juli, tim ahli medis kedua pemerintah China berangkat dari Beijing menuju DRC," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (3/7)
Kasus Ebola di RD Kongo terus meningkat menjadi 1.460, termasuk 447 kematian berdasarkan data pada 2 Juli 2026 sejak wabah diumumkan pada 15 Mei 2026. Tim pertama dari China sudah sampai di Kinshasa, ibu kota DRC, pada 2 Juni 2026.
"China segera mengirimkan tim ahli medis pertama yang terdiri dari lima orang ke DRC untuk memberikan layanan dan bimbingan dalam penanganan Ebola saat wabah itu terjadi. Kerja tim tersebut telah mendapat pujian tinggi dari semua pihak," tambah Guo Jiakun.
Sementara tim kedua yang diberangkatkan terdiri dari para ahli di bidang epidemiologi, pengobatan klinis, dan karantina kesehatan.
"Berdasarkan kerja tim pertama, tim ini akan terus memperkuat pertukaran dengan DRC dan organisasi internasional serta mempromosikan kerja sama ilmiah dan teknologi dengan mempertimbangkan kondisi lokal dan kebutuhan DRC," ungkap Guo Jiakun.
Seiring dengan terus menyebarnya wabah ebola, Guo Jiakun menyebut China akan terus memberikan bantuan sesuai kemampuannya kepada negara-negara Afrika dan membantu Afrika mengatasi wabah tersebut secepat mungkin.