CARAPANDANG - China mendesak AS untuk segera menghentikan blokade, paksaan, dan tekanan terhadap Kuba, kata Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, seraya menyatakan dukungan penuh kepada Kuba dalam mempertahankan kedaulatan nasional dan melawan campur tangan eksternal.
Mao Ning menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers harian, Senin, saat menjawab pertanyaan mengenai peringatan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel baru-baru ini bahwa embargo AS terhadap Kuba telah membawa tekanan ke level yang "tidak tertahankan" dan setara dengan "genosida", serta pihak Kuba meminta diadakannya sesi khusus Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 7 Juli.
Mao mengatakan bahwa blokade penuh dan sanksi ilegal AS selama lebih dari 60 tahun menyebabkan penderitaan mendalam bagi rakyat Kuba. Baru-baru ini, AS sekali lagi memperketat langkah-langkah blokade dan sanksi, yang memberikan pukulan keras terhadap mata pencaharian dasar rakyat Kuba dan menimbulkan kekhawatiran komunitas internasional.
China, seperti biasa, menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional, ujar Mao, seraya menambahkan bahwa China mendesak AS untuk berhenti melanggar hak rakyat Kuba atas kelangsungan hidup dan pembangunan.