Lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar pada kehidupan remaja. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui siapa saja teman yang sering berinteraksi dengan anak. Namun, mengenal teman anak bukan berarti mengawasi setiap hubungan yang mereka miliki. Pendekatan yang terlalu mencurigai justru dapat membuat anak menutup diri.
Kamu bisa mulai dengan menanyakan nama teman yang sering disebut anak atau mengizinkan mereka berkumpul di rumah sesekali. Dari situ, orang tua dapat mengenal karakter teman-temannya secara alami. Cara ini juga menunjukkan bahwa kamu tertarik pada kehidupan anak, bukan sekadar ingin mengontrolnya.
4. Gunakan teknologi secara bijak, bukan sebagai alat memata-matai
Teknologi dapat membantu orang tua tetap terhubung dengan anak selama berada di sekolah. Misalnya, mengirim pesan untuk memastikan anak sudah tiba dengan selamat atau mengetahui jadwal kepulangannya. Komunikasi seperti ini dapat memberikan rasa tenang tanpa membuat anak merasa diawasi setiap saat. Yang penting, penggunaan teknologi tetap menghormati privasi anak.
Hindari kebiasaan terus-menerus meminta foto, lokasi, atau menghubungi anak setiap jam selama berada di sekolah. Sikap seperti ini bisa membuat remaja merasa gak dipercaya. Lebih baik sepakati bersama kapan anak perlu memberi kabar dan dalam kondisi seperti apa mereka harus segera menghubungi orang tua. Kesepakatan yang dibuat bersama biasanya lebih mudah dijalankan.