Sementara itu, Direktur RSUD Lemito, Fitriyanti Ismail, menyampaikan bahwa peresmian tersebut merupakan momentum bersejarah bagi rumah sakit yang dipimpinnya.
Selain peluncuran pelayanan kamar bedah perdana, juga diresmikan tiga gedung baru, yakni gedung rawat inap, gedung bedah, gedung rawat inap anak, serta gedung pemeliharaan sarana rumah sakit.
Fitriyanti menjelaskan, rumah sakit tersebut mulai beroperasi pada Juni 2022 dengan nama Rumah Sakit Pratama Lemito. Selanjutnya, pada November 2024 status kelembagaan berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Lemito.
Perkembangan rumah sakit terus berlanjut. Pada Desember 2024, RSUD Lemito mengikuti akreditasi rumah sakit dan berhasil meraih predikat Utama, yang merupakan tingkat kedua tertinggi setelah Paripurna.
"Predikat Utama ini menjadi salah satu syarat penting dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan optimal,"jelas Fitriyanti.
Ia berharap dukungan seluruh pihak terhadap pengembangan RSUD Lemito terus berlanjut agar rumah sakit tersebut semakin mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Membangun rumah sakit bukan hanya membangun gedung, tetapi juga membangun kepercayaan dan masa depan kesehatan masyarakat. Kami ingin RSUD Lemito menjadi rumah harapan, tempat masyarakat datang dengan kecemasan dan pulang dengan keyakinan serta harapan untuk sembuh,"ungkapnya.