Selain penguatan sisi religius, pembelajaran juga diisi dengan kegiatan untuk membangun karakter sosial peserta didik.
Di antaranya melalui kegiatan berbagi takjil, penyaluran zakat dan santunan, serta berbagai kompetisi keagamaan seperti lomba azan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), dan cerdas cermat keagamaan.
Pratikno juga menyoroti pentingnya menumbuhkan empati dan kepedulian.
"Kita ingin anak-anak belajar empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Ramadan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, gerakan satu jam tanpa gawai, dan kegiatan positif lainnya," tambahnya.
Dengan pengaturan ini, pemerintah berharap proses pembelajaran selama Ramadan 2026 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga secara nyata berkontribusi membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.