Beranda Ekonomi BPS Catat Inflasi Tahunan Maret 2026 Sebesar 3,48 Persen

BPS Catat Inflasi Tahunan Maret 2026 Sebesar 3,48 Persen

Secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan inflasi sebesar 1,07 persen dan andil 0,32 persen.

0
Kantor BPS

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadinya inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,48 persen pada Maret 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 110,95 pada Maret 2026.

Mengutip laporan Kumparan, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengungkapkan bahwa inflasi bulanan (month-to-month/mtm) pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,41 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 0,94 persen.

"Pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 0,41 persen secara bulanan atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 110,57 pada Februari 2026 menjadi 110,95 pada Maret 2026," ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS yang dikutip Kumparan, Rabu (1/4/2026).

Secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan inflasi sebesar 1,07 persen dan andil 0,32 persen.

Komoditas yang dominan mendorong inflasi di antaranya ikan segar dan daging ayam ras masing-masing memberikan andil 0,06 persen, beras 0,03 persen, serta telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, dan daging sapi masing-masing 0,02 persen.

Selain itu, bensin turut menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen dan tarif angkutan antarkota sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, komoditas yang masih menahan inflasi atau mengalami deflasi adalah tarif angkutan udara dan emas perhiasan dengan andil masing-masing 0,03 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait