Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Aswin Sipayung menambahkan, oleh para pelaku kuncup bunga cannabinoid ini rencananya akan diekstrak lalu dimasukkan ke dalam cartridge vape.
"Ini akan diproduksi menjadi liquid akan dimasukkan ke cartridge vape yang akan digunakan pengguna-pengguna vape. Ini baru, jadi yang ini bahan baku baru akan diekstrak, kemudian akan dimasukkan ke cartridge kemudian akan dimasukkan vape atau rokok listrik nantinya," katanya.
Aswin mengatakan tingginya kandungan THC dalam barang bukti tersebut menjadi alasan utama mengapa pengungkapan ini menjadi temuan penting.
"Temuan ini sangat krusial karena cannabis yang memiliki kandungan THC sangat tinggi ini dipersiapkan sebagai bahan baku cairan isi ulang atau rokok listrik. Ini adalah ancaman dan gaya baru yang secara khusus menargetkan generasi muda kita," kata Aswin.
Lebih lanjut, Aswin menegaskan jaringan ini merupakan sindikat baru yang berbeda dari kasus-kasus sebelumnya yang pernah diungkap BNN.
"Ini jaringan yang baru. Kalau yang sebelumnya namanya jenis nama kimianya etomidate, tapi yang ini adalah jaringan yang baru, yang berpotensi juga menjadi bahan baku pembuatan narkotika, bahan baku dari kanabis dan nanti akan di-extract menjadi isinya cartridge rokok elektrik," ujarnya.
Aswin memastikan seluruh 3,37 ton barang bukti kuncup ganja ini belum sempat diproses menjadi cairan vape, karena keburu diamankan petugas.