Beranda Ekonomi Biaya Bahan Bakar Maskapai AS Melonjak 78 Persen di Tengah Konflik Timur Tengah

Biaya Bahan Bakar Maskapai AS Melonjak 78 Persen di Tengah Konflik Timur Tengah

Foto yang diabadikan pada 16 Agustus 2023 ini menunjukkan penerbangan Delta lepas landas dari Bandara Nasional Ronald Reagan Washington di Arlington, Virginia, Amerika Serikat. (Carapandang/Xinhua/Liu Jie)

0
Xinhua

CARAPANDANG.COM, NEW YORK CITY-- Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) menghabiskan biaya bahan bakar hampir 6,5 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.171) pada April, meningkat lebih dari 26 persen pada basis bulanan dan melonjak 78 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan tersebut terjadi ketika konflik di Timur Tengah telah melampaui 100 hari, demikian disampaikan Biro Statistik Transportasi (Bureau of Transportation Statistics/BTS) AS.

   Laporan terbaru BTS menunjukkan bahwa harga bahan bakar jet per galon pada April mencapai 4,11 dolar AS, naik 94 sen dibandingkan pada Maret dan meningkat 1,81 dolar AS dari tahun sebelumnya.

   Laporan yang dirilis Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA) pada Minggu (7/6) menyebutkan bahwa organisasi tersebut memperkirakan maskapai-maskapai hanya akan membukukan laba bersih gabungan sebesar 23 miliar dolar AS tahun ini, lebih rendah 18 miliar dolar AS dibandingkan proyeksi sebelumnya.

   IATA, yang mewakili lebih dari 370 maskapai penerbangan di Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya, memperkirakan laba bersih per penumpang akan turun dari 9,10 dolar AS pada 2025 menjadi 4,50 dolar AS tahun ini.

   Direktur Jenderal IATA Willie Walsh mengatakan dalam laporan itu bahwa konflik Iran dan kenaikan biaya bahan bakar telah "mengubah prospek maskapai-maskapai menjadi lebih buruk."

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait