Ketertarikan Lukas pada hukum internasional lahir dari empati terhadap masyarakat di tingkat akar rumput (grassroot). Ia meyakini bahwa isu global seperti HAM, lingkungan hidup, dan perdamaian memiliki dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Jiwa kepemimpinannya terlihat sejak ia kuliah, di mana Lukas aktif mengikuti Asia Youth International Model United Nations 2018 di Thailand dan menjadi finalis Duta Muda ASEAN 2019. Lukas berharap jejaknya dapat diikuti oleh anak Papua lainnya. “Saya berharap tercipta SDM unggul dari anak asli Papua sehingga dengan kecerdasannya mampu bersaing di forum nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Program ADEM merupakan program strategis yang telah berjalan sejak 2013. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau tiga kategori yaitu wilayah Papua, daerah khusus seperti daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T), dan anak-anak pekerja migran melalui jalur Repatriasi.
Upaya ini menunjukkan hasil yang nyata. Berdasarkan Capaian ADEM tahun 2025, sebanyak 4.616 murid telah merasakan manfaat bantuan pendidikan dengan total realisasi anggaran mencapai Rp90 miliar. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah.