Medali emas nomor tersebut direbut pasangan China Zhou Yafei/Deng Lijuan yang mencatatkan waktu 12,89 detik sekaligus memperbaiki rekor dunia. Mereka mengalahkan pasangan Polandia Aleksandra Kalucka/Natalia Kalucka yang meraih perak dengan 14,00 detik.
Medali perunggu lainnya bagi tim Indonesia dipersembahkan oleh Raharjati Nursamsa dari nomor perseorangan putra lewat catatan waktu 4,79 detik, di bawah peraih emas asal Amerika Serikat Samuel Watson (4,60 detik) dan Zhao Yicheng asal China (4,69 detik).
Estafet putra menjadi satu-satunya nomor di World Climbing Series Krakow 2026 yang tak membuahkan medali bagi kontingen Indonesia. Pencapaian terbaik dibukukan Raharjati/Robby yang tampil di babak perebutan medali perunggu, tetapi hanya mampu membukukan catatan waktu 13,55 detik, menyerahkan podium ketiga kepada pasangan Ukraina Hryhorii Ilchyshyn/Yaroslav Tkach (10,73 detik).
Hasil itu sedikit antiklimaks bagi Raharjati/Robby yang sempat menempati posisi kedua fase kualifikasi dengan catatan waktu 10,23 detik. Medali emas nomor estafet putra menjadi milik pasangan China Long Jianguo/Chu Shouhong (11,07 detik) setelah mengalahkan wakil Amerika Serikat Samuel Watson/Zach Hammer (11,72 detik) di final.
Anggota kontingen Indonesia lainnya belum mampu meraih hasil terbaik di Krakow. Kadek Adi Asih dan Rajiah yang menembus putaran final dengan catatan waktu masing-masing 6,512 detik dan 6,592 detik, harus terhenti di babak perempat final.