CARAPANDANG - Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel, Kamis (19/3/2026), sebagai bagian dari gelombang ke-61 Operasi "Janji Jujur IV". Serangan ini merupakan pembalasan atas tewasnya mantan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dalam agresi Amerika Serikat dan Israel sebelumnya.
Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim telah menghantam lebih dari 100 target militer dan keamanan di jantung wilayah pendudukan, dengan kota Tel Aviv menjadi sasaran utama. Rentetan rudal yang diluncurkan disebut berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel tanpa hambatan berarti.
"Selama serangan kilat yang dahsyat ini, rudal Khorramshahr-4 dan Qadr menghantam lebih dari 100 target militer dan keamanan di jantung wilayah pendudukan tanpa menghadapi hambatan apa pun," demikian bunyi pernyataan IRGC yang dikutip dari Islam Times.
IRGC mengaitkan keberhasilan serangan ini dengan hancurnya sistem pertahanan udara berlapis Israel yang selama ini dianggap canggih. Informasi lapangan menyebutkan terjadi pemadaman listrik sebagian di Tel Aviv sebagai akibat dari serangan tersebut, sementara tim penyelamat Israel kesulitan mengendalikan situasi.
Iran mengklaim serangan ini telah menewaskan atau melukai lebih dari 230 warga Israel. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, sementara otoritas Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah korban jiwa.