Serangan terbaru ini mengancam kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati AS dan Iran pada 8 April lalu untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menyelesaikan persoalan program nuklir Iran.
Mantan Laksamana Angkatan Laut AS William McRaven menilai situasi ini bukan skenario yang diinginkan pemerintahan Trump.
"Selama AS dan Iran masih saling menembak satu sama lain, tidak akan ada pihak yang mau datang ke meja perundingan," ujarnya kepada CNN.
Gencatan senjata yang sudah rapuh itu tercatat telah dilanggar setidaknya empat kali oleh kedua belah pihak, dengan masing-masing selalu menggambarkan tindakan mereka sebagai langkah terukur dan terbatas.
Pascaserangan, harga minyak West Texas Intermediate melonjak 1,4 persen ke level 89,40 dolar AS per barel, menyusul kekhawatiran terganggunya pasokan melalui Selat Hormuz yang dilalui sekitar seperlima minyak dunia.