Beranda Internasional Arab Saudi Tolak Permintaan AS untuk Gunakan Wilayah Udara bagi Misi Iran

Arab Saudi Tolak Permintaan AS untuk Gunakan Wilayah Udara bagi Misi Iran

Sebuah sumber resmi Kerajaan Arab Saudi yang dikutip stasiun televisi Al Arabiya pada Jumat (8/5/2026) membantah keras klaim yang menyebut Riyadh telah membuka akses wilayah udaranya untuk aksi ofensif AS.

0
Ilustrasi

"Kami mengatakan kepada mereka bahwa kami bukan bagian dari ini dan mereka tidak bisa menggunakan wilayah dan pangkalan kami untuk ini," tegas Seorang pejabat Saudi yang berbicara kepada NPR dengan syarat anonim.

Pejabat itu juga mengonfirmasi bahwa kerajaan telah mengirim pesan langsung kepada Iran bahwa mereka tidak akan terlibat dalam serangan AS.

Meskipun sempat terjadi pembicaraan telepon antara Presiden Trump dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mencari solusi, negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil.

Kurang dari 24 jam kemudian, tepatnya pada Selasa (5/5/2026), Trump mengumumkan penghentian sementara operasi pengawalan kapal tanker tersebut dengan alasan adanya kemajuan dalam negosiasi perdamaian dengan Iran.

Padahal, menurut sumber militer AS, kemunduran ini lebih disebabkan oleh kurangnya dukungan logistik dari sekutu Teluk.

Selain Arab Saudi, Kuwait juga dikabarkan menerapkan pembatasan serupa.

Para analis menilai langkah negara-negara Teluk ini didorong oleh kekhawatiran bahwa mereka akan menjadi sasaran serangan balasan dari Iran, terutama setelah komandan senior AS meremehkan serangan Iran terhadap UEA sebagai gangguan tingkat rendah.

Hingga berita ini diturunkan, konflik di Selat Hormuz masih memanas dengan laporan terbaru bahwa pesawat tempur AS telah melumpuhkan dua kapal tanker Iran pada Jumat (8/5/2026).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait