Beranda Ekonomi APBN Defisit Rp. 54,6 Triliun per Januari, Purbaya Sebut Masih Terkendali

APBN Defisit Rp. 54,6 Triliun per Januari, Purbaya Sebut Masih Terkendali

Angka defisit tersebut setara dengan 0,21 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

0
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

"Pajak di bulan Januari itu tumbuh 30,7 persen dibandingkan tahun lalu. Ini artinya ada perbaikan makro sedikit atau banyak dari efisiensi pengumpulan pajak di Direktorat Jenderal Pajak (DJP)," jelasnya.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp33,9 triliun atau 7,4 persen dari target, meskipun mengalami koreksi pertumbuhan.

Di sisi lain, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp227,3 triliun atau 5,9 persen dari pagu APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun. Belanja negara ini tumbuh 25,7 persen dibandingkan Januari tahun sebelumnya.

Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan belanja ini menunjukkan akselerasi program pemerintah sejak awal tahun.

"Ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun khususnya untuk mendukung program prioritas, menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama," terangnya.

Belanja Pemerintah Pusat (BPP) tercatat tumbuh signifikan sebesar 53,3 persen (yoy) dengan realisasi Rp131,9 triliun. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang melonjak 128,9 persen (yoy) menjadi Rp55,8 triliun.

Adapun realisasi Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp95,3 triliun atau 13,8 persen dari target, tumbuh tipis 0,6 persen dibandingkan tahun lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait