Kehadiran pemerintah pusat ini disambut baik oleh pemerintah daerah setempat. Mewakili Gubernur Papua Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere, menyampaikan penghargaan mendalam atas kesediaan Menteri Mu’ti, yang berkunjung di tengah suasana perayaan Hari Raya Iduladha.
Hal tersebut dinilai mencerminkan keseriusan dan pengorbanan nyata pemerintah pusat dalam memajukan pendidikan di wilayah timur Indonesia.
"Pemerintah Provinsi Papua Barat memiliki komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di seluruh pelosok wilayah," jelas Ali, seraya meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk mencetak sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter.
Di balik fasilitas yang tersedia, berdirinya SMAMCO menyimpan kisah gotong royong yang sangat menginspirasi. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat, Mulyadi Djaya, menceritakan bahwa kompleks berisi 13 bangunan di atas perbukitan karang keras itu sukses diselesaikan hanya dalam waktu tiga bulan dari target 10 bulan. Keberhasilan ini semakin bermakna dengan inklusivitas murid, di mana 60 hingga 70 persennya merupakan anak-anak asli Papua dan non-muslim.
"Muhammadiyah di Papua tidak sedang menanam sekat perbedaan, melainkan sedang menenun sajadah kemanusiaan yang universal melalui jalur pendidikan," tutur Mulyadi.