Di luar aspek biologis, siluk merah memiliki makna budaya yang sangat kuat. Dalam tradisi Tiongkok, ia dikenal sebagai dragon fish dan dianggap sebagai simbol kekayaan, kekuasaan, serta perlindungan dari energi negatif.
Beberapa peneliti kebudayaan metafisik dan pseudosains Tiongkok cukup banyak mengamati, terlebih bentuk tubuh dan warna merah ikan arowana ini yang cenderung diasosiasikan dengan naga. Makhluk mitologis pembawa hujan dan kemakmuran. Karena itu, ikan ini sering dipelihara oleh pebisnis sebagai “penarik rezeki”.
Kepercayaan ini membuat nilai siluk merah melampaui fungsi biologisnya. Ia menjadi simbol spiritual sekaligus investasi prestisius.
7. Ikan mahal yang dilindungi dunia
Di balik popularitasnya, siluk merah adalah spesies yang sangat dilindungi. Ia terdaftar dalam Daftar Spesies Tumbuhan dan Satwa Liar yang Sangat Terancam Punah (CITES Appendix 1). Hal ini berarti perdagangan internasionalnya dibatasi ketat.
Menurut data resmi Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Tumbuhan dan Satwa Liar yang Terancam Punah (CITES), hanya arowana hasil penangkaran bersertifikat yang boleh diperjualbelikan, dan setiap individu biasanya dilengkapi microchip untuk identifikasi.
Kelangkaan ini membuat harganya melambung tinggi, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Ironisnya, semakin langka ia di alam, semakin tinggi pula nilai eksklusivitasnya di pasar.