Uniknya, setiap fasad istana punya desain berbeda yang disesuaikan dengan maknanya. Sisi utara didesain untuk melambangkan raja, sedangkan sisi selatan melambangkan negara dengan gerbang lengkung yang megah. Sementara itu, bagian tengah di sisi timur dan barat dipercantik dengan pilar-pilar dan patung bergaya Barok yang estetis.
Selain bangunan utama, ada empat sayap bangunan yang menjulang di sudut-sudut istana menghadap ke arah timur dan barat. Menariknya, ada satu sayap di sebelah barat daya yang ukurannya sengaja dibuat lebih pendek agar tidak menabrak bangunan gereja bersejarah, Storkyrkan. Agar ketidakseimbangan ini tidak terlihat aneh dari luar, arsiteknya menyiasati hal tersebut dengan membangun dua sayap tambahan berbentuk setengah lingkaran.
4. Kediaman resmi raja swedia, tapi bukan rumah sehari-hari
Meskipun berstatus sebagai kediaman resmi Raja Carl XVI Gustaf, Istana Stockholm sebenarnya bukan lagi tempat tinggal sehari-hari bagi keluarga kerajaan Swedia. Sejak tahun 1981, mereka memutuskan untuk pindah dan menetap di Istana Drottningholm yang terletak di pinggiran kota karena suasananya jauh lebih tenang. Saat ini, Istana Stockholm lebih difungsikan untuk acara-acara formal, resepsi kenegaraan, dan upacara penting.