Adapun negara-negara yang paling banyak membutuhkan pekerja migran Indonesia adalah Taiwan dengan 152.319 lowongan, Malaysia dengan 32.829 lowongan, Hong Kong dengan 20.655 lowongan, dan Turki dengan 18.541 lowongan.
Mukhtarudin juga menyebutkan bahwa negara favorit bagi pekerja migran Indonesia saat ini adalah Malaysia karena faktor kemudahan bahasa.
Selain itu, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, serta sejumlah negara Eropa Timur seperti Jerman, Slovakia, Hungaria, dan Bulgaria juga menjadi destinasi utama.
KemenP2MI menargetkan melalui program SMK Go Global, sebanyak 80.000 tenaga kerja terampil dapat ditempatkan di luar negeri pada tahun 2026, dengan target kumulatif mencapai 500.000 pekerja pada 2029.