Program ini menyasar peserta didik dari keluarga dengan desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) . Sistem pendidikan diterapkan secara berasrama (boarding school) dengan jenjang pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA.
Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengungkapkan proses rekrutmen peserta didik telah dimulai. Sebanyak 100 anak telah direkrut dan sementara ditempatkan di lokasi sementara sambil menunggu pembangunan sekolah selesai.
Anggaran yang dialokasikan untuk program Sekolah Rakyat pada tahun 2026 mencapai Rp 24,9 triliun, yang digunakan untuk penyelenggaraan dan pembangunan gedung permanen.
Sebelumnya, pada tahun 2025 pemerintah membangun dan merenovasi Sekolah Rakyat di 200 lokasi melalui tahap I dan II.
Kementerian PU menargetkan seluruh proyek ini rampung tepat waktu pada Juni 2026 agar dapat difungsikan pada tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai Juli 2026 . Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berkualitas yang inklusif dan berkelanjutan.