SHARE

Istimewa

CARAPANDANG -  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi optimis industri penerbangan baik secara nasional maupun global akan segera bangkit.

Hal tersebut dia sampaikan saat menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel bertema “Reviving Aviation, Rebuilding Connection” yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Changi Aviation Summit 2022 yang berlangsung di Singapura, pada Selasa (17/5).

Turut hadir sebagai pembicara, Presiden International Civil Aviation Organization (ICAO) Salvatore Sciacchitano, Dirjen International Air Transport Association (IATA) Wilie Walsh, Menteri Transportasi Malaysia Wee Ka Siong, CEO Singapore Airlines Goh Choon Pong, CEO Narita Airport Akihiro Tamura, Dirjen Mobilitas dan Transportasi Komisi Uni Eropa Henrik Hololei, dan perwakilan dari Federal Aviation Administration (FAA).

Budi mengungkapkan bahwa pemulihan industri penerbangan di sejumlah negara akan terjadi, namun waktu dan kecepatan pemulihannya akan berbeda-beda tergantung dari karakteristik wilayah geografis dan juga kebijakan masing-masing negara. “Saya optimis industri penerbangan di Indonesia akan kembali bangkit dalam waktu dekat," ujarnya. 

Menurutnya kebangkitan industri penerbangan di Indonesia karena Indonesia merupakan  negara kepulauan yang sangat membutuhkan konektivitas melalui angkutan udara.  Dia pun mengungkapkan sejumlah indikator yang membuatnya optimis di antaranya 70 persen penumpang angkutan udara adalah penumpang domestik, tingkat vaksinasi yang tinggi, penurunan kasus COVID-19, pelonggaran pembatasan perjalanan, dan permintaan masyarakat yang mulai meningkat terhadap angkutan udara.

Dia menilai pada masa mudik tahun ini menjadi momentum kebangkitan dari industri penerbangan nasional setelah sempat terpuruk akibat pandemi. Mudik tahun ini menjadi tantangan,  kata dia, bagaimana melayani tingginya permintaan masyarakat melakukan perjalanan di tengah menurunnya jumlah armada pesawat yang beroperasi dari sebelumnya 550 pesawat, kini sekitar 350 pesawat.

“Kami perlu berpikir out of the box untuk menghasilkan skenario terbaik mudik yaitu perjalanan yang selamat, dan meminimalkan ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Menhub.

Untuk itu dioptimalkan operasional pesawat (dari sehari 5 kali menjadi 8 kali take off landing), memanfaatkan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan domestik pada rute-rute gemuk, meningkatkan jam operasional bandara dan pelayanan navigasi udara (hingga 18-24 jam), dan memastikan aspek keselamatan terpenuhi dengan melakukan ramp check pesawat, dan pemeriksaan kesehatan personel penerbangan.

Selain itu, kata dia, sejumlah stimulus diberikan pemerintah untuk mendukung industri penerbangan misalnya memberikan stimulus untuk fasilitas navigasi kalibrasi penerbangan di 44 bandara dan 100 fasilitas navigasi udara, memberikan subsidi berupa Public Service Obligation (PSO) kepada 168 bandara, dan bantuan keuangan lainnya berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui pinjaman dan hibah luar negeri, serta pemberian relaksasi pembayaran PNBP.

Berdasarkan data Traveler 2022 pada masa mudik ada  2,9 juta pergerakan penumpang atau 82 persen dari jumlah pemudik tahun 2019. “Ini juga menunjukkan optimalisasi utilitas armada pesawat telah efektif dilakukan untuk melayani lonjakan penumpang,” imbuhnya. 

Budi juga berharap tingginya permintaan penumpang pada saat mudik akan terus berlanjut, sehingga menjadi titik balik kebangkitan industri penerbangan nasional. “Saya berharap cerita yang kami sampaikan dalam forum ini, dapat bermanfaat bagi sejumlah negara dalam rangka membangkitkan kembali industri penerbangannya,” kata Menhub.

Lebih lanjut Menhub menyampaikan pandemi COVID-19 sangat berdampak pada industri penerbangan di Indonesia. Sebagai perbandingan pada 2019 jumlah penumpang pesawat sudah mencapai 117 juta orang per tahun. Kemudian pada 020 menurun menjadi 43 juta orang per tahun dan pada 2021 kembali menurun menjadi 35 juta orang per tahun. Adapun pada tahun 2022 ini, diprediksi akan kembali meningkat menjadi 78 juta orang per tahun. 

Tags
SHARE