POHUWATO, CARAPANDANG - Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diberbagai wilayah di Kabupaten Boalemo kembali beroperasi bebas meski berulang kali ditertibkan. Praktik ilegal yang seolah tak ada kapoknya ini memicu kritik pedas dari organisasi kemasyarakatan Garda Satu Provinsi Gorontalo yang mendesak tindakan tegas dan transparan dari aparat penegak hukum.
Ketua Garda Satu Provinsi Gorontalo Kisman Abubakar meminta seluruh aktivitas tambang ilegal di Paguyaman, Wonosari, Dulupi, segera dihentikan total sebelum mengantongi izin resmi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini berkaitan dengan intrupsi Presiden Prabowo dalam pidatonya untuk TNI/POLRI segera usut tambang-tambang ilegal yang masih beroperasi.
Kisman Abubakar menyoroti pola penertiban oleh aparat yang dinilai tidak memberikan efek jera. Polres Boalemo melalui Kapolres kami minta lebih serius pada penertiban, jika ada aktifitas peti dilapangan harus langsung dengan tindakan penertiban dan mengamankan sejumlah alat yang dipakai dalam pertambangan ilegal tsb dan jangan ada tebang pilih.
Apa lagi kemarin Polres Boalemo sudah mengamankan 1 alat berat berupa exavator di wilayah Sambati Dulupi, yang kami ketahui ada beberapa alat berat beroperasi. Tolong diamankan semua ke Polres Boalemo agar keadilan dan kepastian hukum sama diterapkan pada pelaku peti.